latar belakang

Pesantren Hubbul Khoir berlokasi di selatan kota Solo, tepatnya di Dukuh Ngentak, Bulakrejo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Secara bahasa, kata hubbul khoir diambil dari bahasa Arab (حُبُّ الخَيْرِ) yang memiliki makna “cinta kebaikan”. Pesantren Hubbul Khoir berada di bawah Yayasan Hubbul Khoir yang didirikan tahun 2018 di Kabupaten Sukoharjo (SK KEMENKUMHAM RI dengan nomor SK: AHU-0008328.AH.01.04 tahun 2018). Pendirian Yayasan Hubbul Khoir dimotori oleh Ustadz Dr. Abu Zakariya Sutrisno yang balik kampung setelah selesai pendidikan S3 dari Arab Saudi.

Pesantren dan Yayasan Hubbul Khoir bersifat mandiri, independen, tidak berafiliasi dengan partai politik maupun golongan tertentu. Tujuan utama kami adalah menginspirasi masyarakat seluas-luasnya agar lebih mencintai kebaikan (hubbul khoir) dan kembali kepada ajaran agama yang benar berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman salafusshalih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Thabraniy dan dihasankan oleh Albani).

cikal bakal

Awalnya tahun 2018 kegiatan Hubbul Khoir hanya berupa kegiatan kajian dan pembinaan masyarakat (pesantren masyarakat). Setelah itu berkembang berbagai program pendidikan, dakwah, dan sosial. Tahun 2019 dimulai program diniyah atau pesantren akhir pekan yang ditujukan untuk remaja sekitar pondok dan program Rumah Tahfidz Hubbul Khoir (RTHK) untuk anak-anak. Karena pandemi Covid-19, kegiatan-kegiatan yang sifatnya untuk masyarakat/orang luar dihentikan sementara atau dialihkan secara daring. Tahun 2020 dirintis program informal mahasantri berupa Pesantren Tahfidz dan IT (PTIT), yaitu program intensif 1 tahun yang ditujukan untuk lulusan SMA/sederajat agar siap kerja atau terjun dakwah di masyarakat. Tahun 2022 dirintis program SMP formal sekaligus mulai membangun asrama di komplek utama pondok. Setahun berikutnya, pada tahun 2023 dimulai SMA.

Design 

Programming

tahfidz

Soft Skill

Menuju generasi Qur'ani

Bukan sekedar  santri yg paham agama, tapi juga paham teknologi